Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Di Vihara Ini, Suara Adzan Kembali Berkumandang

Home / Peristiwa / Di Vihara Ini, Suara Adzan Kembali Berkumandang
Di Vihara Ini, Suara Adzan Kembali Berkumandang Vihara Dhanagun. (Foto: Hallobogor)
Fokus Berita

TIMESINDONESIA, BOGOR – Untuk ketiga kalinya suara adzan Magrib kembali berkumandang di Vihara Dhanagun pada bulan Ramadhan dalam acara buka puasa bersama dengan sejumlah tokoh Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu malam (14/6).

Selain melantunkan adzan, sejumlah tokoh Muslim dan pimpinan unsur Muspida Kota melaksanakan Shalat Magrib berjamaah di halaman depan Vihara Dhanagun.

"Kebersamaan ini adalah bukti di Kota Bogor toleransi antara umat beragama masih terawat dengan baik. Dan kebersamaan ini menjadi kekuatan kita menangkal isu perpecahan yang kini merebak," kata Danrem 061/Suryakancana, Kolonel Inf Mirza Agus seperti diberitakan Antara Rabu (14/6).

Menurut Mirza, selama perjalanan dinasnya, baik di Sumatera maupun di wilayah lain di Indonesia, belum pernah ia menyaksikan kebersamaan yang ditampilkan di Vihara Dhanagun. Buka puasa bersama tokoh dan masyarakat lintas agama, dan shalat berjamaah, sebagai satu keharmonisan yang tercipta di Kota Bogor.

"Harapannya keharmonisan ini dapat ditularkan bagi daerah lain. Harusnya seperti inilah Indonesia, beragam suku, agama dan budaya, tetapi tetap satu," kata Mirza.

Ketua Umum Badan Sosial Lintas Agama (Basolia) KH Zainal Abidin menjelaskan, Islam mengajarkan tentang Rahmatan lil'alamin, Allah menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar mereka saling mengenal dan hidup harmonis.

"Buka puasa di Vihara Dhanagun ini adalah contoh bahwa Islam agama rahmatan lil'alamin, dan perintah Allah agar kita saling mengenal satu dan lainnya dan hidup dalam keharmonisan," katanya.

Terkait Shalat di Vihara Dhanagun, Zainal menjelaskan, shalat digelar bukan di dalam vihara tetapi di halaman luar, dan dilaksanakan sesuai aturan shalat, tidak menghadap tempat penyembahan.

"Shalat dilaksanakan sesuai aturan shalat, dan itu syah. Di dalam Islam kebersamaan, dan saling merhormati harus dijaga. Karena perbedaan yang Allah ciptakan adalah keniscayaan," katanya.

Menurutnya, jika setiap umat beragama menghormati agama lain, maka secara tidak langsung ia telah menghormati agamanya sendiri. Misalnya, jika umat Islam melakukan kekerasan, pengerusakan, maka yang akan hancur adalah Islam sendiri. Tetapi jika, Islam melakukan kebaikan, menyerukan perdamain dan menghormati agama lain, maka agama lain memandang Islam terhormat.

Berita Terkait

Komentar

Connect failed: No route to host

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com